Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Barang Bekas 'Naik Kelas': Uniknya Karnaval Adiwiyata MIM 2 Badas Tahun 2026


KEDIRI – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 2 Badas tampil berbeda dan penuh warna. Mengusung tema kreatif "Trash to Trend", madrasah ini menggelar Parade Budaya berbasis daur ulang sampah yang menyulap barang bekas menjadi kostum serta properti karnaval bernilai seni tinggi, Jumat (14/8/2026).

Ratusan peserta tampil memukau mengenakan beragam busana unik hasil olahan tangan-tangan kreatif. Limbah rumah tangga yang kerap diabaikan kini menyihir pandangan warga sekitar menjadi deretan karya megah nan estetis.

Kolaborasi dan Edukasi Lingkungan

Ketua Panitia Kegiatan, Diana, mengungkapkan bahwa pihak sekolah secara khusus mengandeng para orang tua siswa untuk terlibat aktif dalam pembuatan kostum dari barang bekas yang ada di rumah.

"Kami mengajak bapak dan ibu wali murid memanfaatkan barang bekas di rumah. Meski membutuhkan usaha dan ketelatenan ekstra, nilai positif yang didapatkan sangat besar," tutur Diana.

Menurutnya, parade ini tidak hanya bertujuan mengobarkan semangat nasionalisme, tetapi juga menjadi pemantik inspirasi bagi masyarakat luas dalam mengelola sampah menjadi barang yang berdaya guna dan bernilai ekonomi tinggi.

Apresiasi dan Sinergi Program Adiwiyata

Kejelian dan kreativitas para peserta dalam mengolah limbah dinilai langsung oleh tim juri. Enam peserta dengan karya terbaik berhak memboyong penghargaan berupa trofi, sertifikat, hingga tabungan pendidikan dari pihak madrasah.

Kepala MIM 2 Badas, Luky Fajarianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas partisipasi dan antusiasme seluruh warga sekolah. Ia menegaskan bahwa parade ini sejalan dengan komitmen sekolah lingkungan.

"Kegiatan ini selaras dengan program Adiwiyata MIM 2 Badas, di mana proyek daur ulang sampah menjadi salah satu fokus utama. Parade ini menjadi ruang pembelajaran nyata ( project-based learning ) yang menyenangkan bagi para siswa," pungkas Luky.

Melalui spirit "Trash to Trend", MIM 2 Badas sukses membuktikan bahwa perayaan kemerdekaan bisa dirayakan dengan cara yang inovatif, edukatif, sekaligus ramah lingkungan.